Kenaikan Tarif Listrik 900VA


Tarif Listrik 900VA sudah hampir sama dengan tarif Listrik 1300VA, rincian Token dari Rp20,000 utk daya 900VA /R1M/14,4 Kwh (rata-rata Rp1352per Kwh) dan daya 1300VA/R1/13,3 Kwh (rata-rata Rp1467per Kwh)

Tarif Dasar Listrik Rumah Tangga R1 (Subsidi)

Golongan Tarif/Daya Kondisi Tarif (Rp /kWh)
R-1/450 VA subsidi 415
R-1/900 VA subsidi 605
R-1/900 VA-RTM penyesuaian Januari-Februari 2017 Penyesuaian Tahap 1 naik 30% 791
R-1/900 VA-RTM penyesuaian Maret-April 2017 Penyesuaian Tahap 2 naik 30% 1034
R-1/900 VA-RTM penyesuaian Mei-Juni 2017 Penyesuaian Tahap 3 naik 30% 1352
R-1/900 VA-RTM penyesuaian Juli 2017 dst non-subsidi tarif non-subsidi

Harga tarif listrik untuk bisnis lebih murah

Tarif Dasar Listrik Bisnis B1 (Subsidi)

Golongan Tarif/Daya Tarif (Rp /kWh)
B-1/450 VA 535
B-1/900 VA 630
B-1/1300 VA 966
B-1/2200 VA 1100
B-1/3500 VA 1100
B-1/5500 VA 1100

 

 

 

Harga Minyak Hari ini vs Subsidi Pemerintah


Hari ini 7 Maret 2016, kurs Rupiah terhadap Dolar semakin menguat di level Rp12.964 – Rp13.094 per 1 USD (ref Kurs BI). Harga Minyak mentah di level 39 USD/barel (1 Barrel = 115,6 liter) artinya harga Minyak mentah per Barrel yaitu Rp13.000 x 39 barrel /115,6 liter maka didapatkan harga minyak mentah per liternya sekitar Rp4.386 liter.

Adakah diantara pembaca yang tahu berapa biaya penyulingan dan biaya pengiriman sehingga Minyak mentah ini menjadi bahan bakar lain seperti Bensin Premium RON88, Pertalite RON90, Pertamax RON92, Pertamax Plus RON95 serta Solar sehingga harganya pantas dijual di tempat pengisian bahan bakar.

Referensi hari ini harga Bensin Premium RON88 (kadar terendah dari BBM) Rp7.050 per liter (masih dibilang harga subsidi) berapa subsidinya saja tidak jelas jika mau naik bilangnya mengalihkan subsidi dan kemana dialihkannya juga tidak jelas, dan ini harga yang dibilang non subsidi Pertalite RON90 Rp7.500 , Pertamax RON92 Rp7.950 , Pertamax Plus RON95 Rp8.850 , Solar Rp5.650.

Coba kita lihat harga minyak negara Malaysia di bulan Maret 2016 harga BBM turun terhadap Harga di bulan Februari 2016, harga sekarang Bensin RON92 1.60RM , RON95 1.95RM ,Diesel 1.35RM. Jika kurs sekarang 1 RM = Rp3.200 maka RON92 Rp 5.120 , RON95 Rp6.240 dan Diesel Rp4.320 , Di Malaysia tidak menjual RON 88 atau RON90.

Coba kita bandingkan Malaysia RON92 Rp5.120 dan yang sejenis di Indonesia Pertamax RON92 Rp7.950 (di Indonesia lebih mahal Rp2.830 per liternya) dibanding dengan harga Premium RON88 dan Pertilite RON90 harga di Negara Malaysia jauh lebih murah dan kulitas lebih baik pula. Apa benar harga Premium kita harga subsidi sedangkan di Malaysia harganya itu non subsidi (kabarnya disana pun harganya seharusnya lebih rendah lagi dari sekarang) selalu banyak alasan yang dibuat-buat untuk harga Bensin ini. Kita lihat lagi Malaysia RON95 Rp6.240 dan Indonesia Pertamax Plus RON95 Rp8.850 (di Indonesia lebih mahal Rp2.610 per liternya) dan untuk Diesel Rp4.320 dan Indonesia Solar Rp5.650 (di Indonesia lebih mahal Rp1.330 per liternya)

Jadi kesimpulannya, bagaimana hitungan Pertamina untuk BBM ini dan bagaimana sebenernya kebijakan pemerintah yang selalu berdalih Bensin Premium itu bersumsidi dan jika naik berdalih mengalikan subsidi dan berapa nilai perliter subsidinya. Pernah terdengar berita bahwa subsidi dialihkan ke pelayanan kesehatan ternyata yang sekarang berlangsung setiap orang diwajibkan ikut BPJS (asuransi tolong menolong terhadap sesama peserta) jadi enak pemerintah kurang tanggung jawabnya untuk masyarakatnya, apakah pantas dibilang pengalihan di bidang pelayanan kesehatan?.

SLO ( Sertifikat Layak Operasional) Wajib atau Tidak


Pengertian SLO
SLO kepanjangan dari Sertifikat Layak Operasional, yang menerbitkan SLO adalah PPILN (Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional). Jika rumah atau bagunan dari pelanggan PLN yang memiliki sertifikat SLO maka dijamin standarlisasi Instalasi Bangunan Listriknya oleh PPILN, jika terjadi kebakaran pelanggan akan mendapatkan santunan yang besarnya tergantung besaran pemakaian daya atau minimal 2,5 juta Rupiah per pelanggan. Ini sesuai pasal 44 Undang-undang Nomor 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, Peraturan Pemerintah Nomor 14/2012, dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/K/20/Men2012. (Sumber Padang Ekspres 22-Feb-14).

Kenyatan dilapangan
Calon pelanggan PLN yang akan memasang listrik baru disuruh membayar biaya SLO, sebagian besar pelanggan PLN dan calon pelanggan PLN tidak paham dengan SLO sebab mereka sudah membayar resmi kepada PLN secara resmi melalui pendaftaran Online.
Contoh Pasang Baru Prabayar R1 (Rumah Tangga) Daya 450Watt sudah dengan token Rp20.000, Jadi total yang kita bayar via ATM atau Loketnya = Rp360.500
PLN Prabayar R1 Daya 450watt

Contoh Pasang Baru Prabayar R1 (Rumah Tangga) Daya 900Watt sudah dengan token Rp20.000, Jadi total yang kita bayar via ATM atau Loketnya = Rp698.000
PLN Prabayar R1 Daya 900watt

Contoh Pasang Baru R1 Prabayar (Rumah Tangga) Daya 1300Watt sudah dengan token Rp20.000, Jadi total yang kita bayar ke PLN via ATM atau Loketnya = Rp998.000
PLN Prabayar R1 Daya 1300watt

Perlu dipahami biaya pasang baru ini hanya penyambungan dari Instalsi PLN (tiang PLN) ke jaringan di dalam rumah/bangunan dan pemasangan Meteran Listrik, lalu PLN akan mentes listriknya setelah terhubung ke jaringan dalam rumah.

Instalasi di dalam rumah bukan tugas PLN, jadi sebelum memasang listrik PLN instasi listrik didalam bangunan atau rumah sudah siap. Jadi silahkan calon pelanggan PLN memasang Instalasi menggunakan Jasa Instalir yang ada seperti menggunakan Jasa PPILN (Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional) dan tidak ada kewajiban harus pakai jasa ini, kalau kewajibab berarti Monopoli pihak PPILN, berarti tidak ada kewajiban juga harus punya SLO jika calon pelangan menggunakan jasa lain yang tidak menerbitkan SLO asalkan Jasa ini profesional kerja dan hasil kerjanya.
Kasus yang banyak terjadi dilapangan pada saat penyambungan Jaringan oleh petugas PLN dari tiang ke rumah/bangunan ada oknum Instalir SLO biasanya dari awal mereka sudah mewajibkan calon pelanggan PLN untuk membayar SLO.
Disini letak permasalahnnya, calon pelanggan yang sudah siap jaringan instalsi rumah masa disuruh bayar untuk Sertifikat Layak Operasional (SLO), sudah jelas yang mengerjakan Instalasi Rumah bukan PPILN masa dipaksa untuk membayar SLO untuk menerbitkan surat jaminan seperti asuransi.
Tidak ada kewajiban dari persyaratan tertulis dari PLN harus punya SLO, Petugas PLN sebelum menyambungkan Instalsi dari tiang PLN ke dalam rumah sudah pasti mencek kesiapan jaringan dalam dan itu bukan pihak PPILN-SLO. Kalau punya SLO lebih meyakinkan sekali bagi Petugas PLN bahwa Instalsi didalam rumah/bangunan tersebut sudah menggunakan Jasa PPILN dalam memasang Instalasi di dalam rumah.
Jadi calon pelanggan PLN harus memahami ini, untuk beberapa kasus yang dimintai biaya untuk membayar SLO sedangkan instalasinya bukan dari Jasa PPILN bisa berargumentasi untuk tidak membayar SLO, kalau terjadi musibah tidak akan berlaku juga jaminan asuransi dari SLO jika dilakukan investigasi ternyata bukan pihak PPILN yang memansang instalasinya.
Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.